TEDUHNYAA LANGIT JAKARTA DI MATA KAKAK
Karya : Dian Islamiati Ramadhani
|
|
| Perempuan itu duduk di sebuah halte sambil membaca buku yang ia keluarkan dari tasnya. Sesekali ia menoleh ke kiri dan kanan untuk memastikan bus jurusan rumahnya sudah datang. Tiba-tiba ia dikejutkan dengan suara segerombolan orang … | |
| Warga | : Berhenti! Dasar copet tidak tau diri, tangkap dia! (berteriak) |
| Ica | : Tolong saya kak, tolong! (dengan nafas terengah-engah) |
| Husna | : Kamu kenapa dik? |
| Pertayaan itu belum terjawab, Husna dikelilingi dengan segerombolan massa dengan muka amarah menatapnya sinis. | |
| Warga 1 | : Siapa kamu? Beraninya kamu melindungi pencopet tidak tau diri itu, kecil-kecil sudah jadi pencopet! (mencaci maki) |
| Warga 2 | Jangan-jangan kamu temannya? Atau kamu biang kerok semua ini! Jawab jujur (marah) |
| Husna | : Maaf pak, ibu. Saya sama sekali tidak tau apa-apa, hanya saja saya ingin menolongnya, tolong hentikan semuanya! |
| Warga 2 | : Bagaimana kami bisa berhenti tolol, dia mengambil tas istri saya yang berisi uang dua juta! |
| Selengkapnya Klik disini | |
Tampilkan postingan dengan label Dian Islamiati Ramadhani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dian Islamiati Ramadhani. Tampilkan semua postingan
Kamis, 20 November 2014
Teduhnya Langit Jakarta di Mata Kakak
Langganan:
Postingan (Atom)
